Selasa, 27 Maret 2012

Penyebab Migren Akibat serta pengobatannya

Penyakit migren adalah sakit kepala tipe umum yang sering terjadi dan disertai dengan gejala seperti mual, muntah, atau sensitif terhadap cahaya. Pada banyak orang, rasa sakit berdenyut-denyut tersebut hanya dirasakan pada satu sisi kepala. Bahaya migren ini bisa terjadi jika sakit sudah benar-benar menganggu aktivitas.
Beberapa orang yang akan mengalami migren biasanya memiliki gejala yang disebut aura. aura ini muncul sebelum sakit kepala yang sebenarnya dimulai. Aura adalah suatu kelompok gejala, termasuk gangguan penglihatan, yang merupakan tanda peringatan bahwa sakit kepala yang buruk akan datang.

Penyebab Migren
Migren sakit kepala cenderung pertama muncul antara usia 10 dan 45. Kadang-kadang sakit migren ini juga muncul setelah umur tersebut. Migren juga lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki, yang juga bisa dialami oleh anggota keluarga satu dengan aggota keluarga lainnya. beberapa wanita, walaupun tidak semuanya memiliki kemungkinan menderita migren yang lebih sedikit saat mereka hamil.
Penyebab migren adalah disebabkan oleh aktivitas otak yang abnormal, yang dipicu oleh stres, makanan tertentu, faktor lingkungan, atau sesuatu yang lain. Namun, rantai peristiwa yang tepat tentang penyebab penyakit migren ini  masih belum jelas. Saat ini, sebagian besar ahli medis percaya serangan itu dimulai di otak, dan melibatkan berbagai jalur saraf dan bahan kimia. Perubahan tersebut mempengaruhi aliran darah di otak dan jaringan sekitarnya.
Berdasarkan patofisiologi migren, serangan Migren mungkin dipicu oleh:
-          Alkohol
-          Reaksi alergi
-          Sinar lampu
-          Bau tertentu atau parfum
-          Perubahan kadar hormone (yang dapat terjadi selama siklus menstruasi wanita atau dengan menggunakan pil KB)
-          Perubahan pola tidur
-          Latihan
-          Suara bising
-          Telat makan
-          Stress fisik atau emosional
-          Merokok atau terkena paparan asal rokok.

Selain itu, makanan juga bisa memicu migren pada beberapa orang. Beberapa jenis makanan penyebab penyakit migren diantaranya:
-          Makanan dengan berbagai proses seperti fermentasi, acar atau makanan yang diasinkan/
-          Makanan yang dibakar.
-          Coklat
-          Produk susu
-          Makanan yang mengandung MSG
-          Makanan yang mengandung tyramine, yang meliputi anggur merah, keju tua, ikan asap, hati ayam, buah ara, dan kacang-kacangan tertentu
-          Buah-buahan (alpukat, pisang, buah jeruk)
-          Daging yang mengandung nitrat (bacon, hot dog, salami, daging asap)
-          Kacang-kacangan
-          Bawang merah
-          Selai kacang
Sakit migren bukan merupakan hasil dari tumor otak atau masalah medis serius lainnyas. Namun, hanya dokter serta perawatan kesehatan yang berpengalaman dapat menentukan apakah gejala-gejala sakit yang dialami tersebut memang penyakit migren atau kondisi lain.
Gejala Migren dan Bahaya Migren
Gangguan penglihatan atau aura dianggap sebagai “tanda peringatan” bahwa migren akan datang. Aura terjadi pada kedua mata yang diikuti oleh beberapa atau bahkan semua hal berikut ini yang bisa disebut sebagai bahaya migren:
-          Buta sementara.
-          Penglihatan kabur.
-          Sakit mata
-          Melihat bintang atau garis berliku-liku

Tidak semua orang dengan migren memiliki aura. Namun aura tersebut terjadi akibat migren. Mereka yang memilikinya biasa mendapatkan aura sekitar 10 – 15 menit sebelum sakit kepala. Namun, mungkin terjadi hanya beberapa menit hingga 24 jam sebelumnya.
Akibat Migren
Sakit migren bisa ringan atau berat. Rasa sakit dapat dirasakan di belakang mata atau di belakang kepala dan leher. Bagi banyak pasien, sakit kepala akibat migren dimulai di sisi yang sama setiap waktu. Sakit kepala biasanya terasa berdenyut atau bederbar, terjadi lebih buruk pada satu sisi kepala saja, mulai merasakan sakit ringan dan akhirnya bertambah buruk dalam beberapa menit hingga jam hingga berakhir pada 6 hingga 48 jam kemudian.
Gejala migren lain yang juga mungkin terjadi diantaranya adalah panas dingin, sering buang ai kecil, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, susah konsentrasi atau mencari kata-kata, sensitive terhadap suara dan cahaya serta berkeringat. Selain itu penderita juga bisa merasakan pikiran tidak jelas atau tajam, keinginin untuk tidur, serta leher yang sakit.
Tanda-tanda dan tes
Dokter biasanya bisa mendiagnosa jenis sakit kepala yang sedang dialami pasien dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala dan riwayat keluarga. Pemeriksaan fisik lengkap akan dilakukan untuk menentukan apakah sakit kepala Anda akibat ketegangan otot, masalah sinus, atau gangguan otak serius.
Tidak ada tes khusus untuk membuktikan bahwa Anda benar-benar sakit kepala migren. Namun, dokter Anda mungkin menyarankan memeriksa otak dengan MRI atau CT scan jika Anda memiliki gejala yang tidak biasa dengan migren Anda, termasuk kelemahan, masalah memori, atau kehilangan kewaspadaan.
Sebuah EEG mungkin diperlukan untuk menyingkirkan kejang. Pungsi lumbal (tekan tulang belakang) mungkin bisa dilakukan.
Pengobatan Migren

Tidak ada cara khusus untuk mengatasi migren. Beberapa cara mengobati migren biasanya dilakukan dnegan tujuan untuk mencegah gejala-gejala dengan menghindari pemicu migren.
Cara yang baik mengatasi migren adalah dengan melakukan terapi migren. Terapi migren ini berungsi untuk mengidentifikasi pemicu sakit kepala akibat migren. Caranya adalah dengan membuat buku diari tentang sakit kepala yang dialami yaitu dengan mencatat bila terjadi sakit kepala, seberapa parah sakit kepala itu, apa yang telah Anda makan sebelumnya, berapa lama Anda tidur serta gejala lainnya. gejala lain ini mungkin beberapa faktor umum, seperti misalnya seorang perempuan harus mencatat siklus mentruasi mereka.
Misalnya, buku harian mungkin mengungkapkan bahwa sakit kepala Anda cenderung terjadi lebih sering pada hari-hari ketika Anda bangun lebih awal dari biasanya. Mengubah jadwal tidur Anda dapat mengurangi serangan migren. Terapi migren ini mungkin efektif pada hal-hal tertentu walaupun secara keseluruhan Anda membutuhkan pengobatan migren yang khusus.

Ketika Anda merasakan gejala migren, Anda bica mencoba beberapa cara mengatasi migren di bawah ini. Saat merasakan gejala, hal yang harus dilakukan adalah minum air untuk menghindari dehidrasi terutama jika disertai dengan muntah, istirahat di kamar yang tenang dan gelap dan letakan kain dingin pada kepala.

Obat-obatan untuk mengatasi migren
Seperti iklan-iklan yang dilihat di televise, ada banyak seklai obat yang digunakan untuk pengobatan migren. Namun obat tersebut berguna untuk mengurangi serangan, menghentikan serangan sakit migren pada saat gejala awal terjadi serta mengobati rasa sakit dan gejala lainnya.

MENGURANGI SERANGAN
Jika Anda sering mengalami penyakit migren, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengurangi jumlah serangan. Obat tersebut harus dikonsumsi setiap hari agar menjadi efektif. Obat tersebut dapat meliputi Antidepresan seperti amitriptyline, obat-obatan tekanan darah seperti penghambat beta (propanolol) atau calcium channel blockers (verapamil),  obat kejang (seperti asam valproik, gabapentin pengobatan, dan topiramate), Serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti venlafaxine, Penghambat selektif ambilan norepinefrin (SNRIs) seperti duloxetine, dan botulinum toxin (Botox) suntikan juga dapat membantu mengurangi serangan migren.
MENGHENTIKAN SERANGAN
Obat-obatan lainnya yang diminum pada saat gejala serangan terjadi pertama kali. Obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen, ibuprofen, atau aspirin sering membantu, terutama ketika migren Anda ringan. Jika ini tidak membantu, lebih baik konsultasikan pada dokter. (Berhati-hatilah karena bagaimanapun obat yang berlebihan atau penyalahgunaan obat sakit tersebut dapat mengakibatkan rebound headaches atau penggunan obat sakit kepala secara berlebihan . Rebound headaches kronis biasanya terjadi pada orang yang memakai obat sakit lebih dari 3 hari seminggu secara berkelanjutan.)
Dokter Anda dapat memilih dari beberapa jenis obat untuk pengobatan migren, termasuk: Triptans atau obat-obatan yang paling sering diresepkan untuk menghentikan serangan migren  seperti:
-          Almotriptan (Axert), frovatriptan (Frova), rizatriptan (Maxalt), sumatriptan (Imitrex), dan zolmitriptan (Zomig)
-          Ergots seperti dihydroergotamine atau ergotamine dengan kafein (Cafergot)
-          Isometheptene (Midrin)
Obat-obat ini mempunyai bentuk yang berbeda. Pasien yang mengalami mual dan muntah dengan migren mungkin sering dianjurkan untuk menggunakan obat dalam bentuk nasal spray, suppositoria, atau injeksi.
Beberapa obat migren bisa mempersempit pembuluh darah dan tidak boleh digunakan jika Anda berada pada risiko serangan jantung atau memiliki penyakit jantung, kecuali jika dianjurkan oleh dokter yang paham kondisi Anda. Obat ergots tidak harus digunakan jika anda hamil atau berencana untuk hamil, karena obat ini dapat menyebabkan efek samping yang serius bagi bayi yang belum lahir.
Mengobati GEJALA
Obat lain terutama diberikan untuk mengobati gejala migren. Digunakan sendiri atau dalam kombinasi, obat ini dapat mengurangi rasa sakit Anda, mual, atau gangguan emosi. Obat dalam kelompok ini mencakup: Mual obat-obatan seperti prochlorperazine,   penghilang rasa sakit seperti acetaminophen (Tylenol),  Obat penenang seperti Butalbital, Narkotika penghilang rasa sakit seperti meperidin, obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen
Setiap orang merespon secara berbeda terhadap pengobatan. Beberapa orang yang mengalami sakit kepala jarang melakukan perawatan, beberapa orang lagi selalu minum obat begitu merasakan sakit kepala.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...